Profil PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi

I. Pengantar
       
   A. GAMBARAN UMUM DAERAH


Kabupaten Muaro Jambi dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 54 Tahun 1999 sebagai pemekaran dari Kabupaten Batang Hari dan secara defacto kegiatan pemerintahan efektif berjalan terhitung tanggal 12 Oktober 1999 bersamaan dengan pelantikan pejabat Bupati sementara menjelang ditetapkannya pejabat Bupati Defenitif,  dengan pusat pemerintahan berada di "Sengeti" Kecamatan Sekernan berjarak 38 KM dari Kota Jambi.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 54 Tahun 1999 sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Batang Hari, secara resmi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 1999. Pusat Pemerintahan di Kota Sengeti sebagai ibu Kota Kabupaten Muaro Jambi dengan  Pusat Perkantoran di Bukit Baling Kecamatan Sekernan. Letak geografis wilayah yang cukup strategis berada di hinterland Kota Jambi, hal ini memberikan keuntungan bagi Kabupaten Muaro Jambi karena Kabupaten ini memiliki peluang yang cukup besar sebagai daerah pemasok kebutuhan kota Jambi, seperti pemasaran untuk hasil pertanian, perikanan, industri dan jasa.

B. DATA GEOGRAFIS

Luas wilayah Kabupaten Muaro Jambi ± 5.246 KM2, secara administrasi mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :
Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Ø Sebelah Selatan berbatasan dengan Propinsi Sumatera Selatan.
Ø Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Batang Hari.
Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Secara Geografis Kabupaten Muaro Jambi terletak antara 10 511 Lintang Selatan sampai dengan 20 011 Lintang Selatan dan diantara 1030 151 Bujur Timur sampai dengan 1040 301 Bujur Timur. Kabupaten Muaro Jambi merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian dari permukaan laut antara lain :
0           -           10                Meter   =  11,80%
11         -           100              Meter   =  23,70%
101       -           300              Meter   =    4,50%
Termasuk daerah yang beriklim tropis dengan curah hujan merata sepanjang tahun rata-rata 186 mm per hari dengan Intensitas hujan rata-rata 16 hari hujan.  Temperatur rata-rata 32 ºC dengan variasi Temperatur antara musim hujan dengan kemarau relatif kecil. Secara Administratif Kabupaten Muaro Jambi sampai tahun 2012 ini terdiri dari 11 (sebelas) Kecamatan, 5 Kelurahan, dan 146 Desa,  Jumlah Desa / Kelurahan pada masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Muaro Jambi dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 1.2.1.1
Jumlah Desa/Kelurahan menurut Kecamatan Tahun 2012
NO
KECAMATAN
JUMLAH
DESA
KELURAHAN
1.
Jambi Luar Kota
17
1
2.
Mestong
14
1
3.
Sekernan
15
1
4.
Maro Sebo
11
1
5.
Kumpeh
16
1
6.
Kumpeh Ulu
17
-
7.
Sungai Bahar
11
-
8.
Sungai Gelam
14
-
9.
Taman Rajo
10
-
10.
Bahar Utara
11
-
11.
Bahar Selatan
10
-

Jumlah
146
5
                                   Tahun 2012
            
Pada Tahun 2010 yang lalu dilakukan pemekaran terhadap Kecamatan Sungai Bahar menjadi Kecamatan Sungai Bahar Utara dan Kecamatan Sungai Bahar Selatan, Kecamatan Maro Sebo dimekarkan 1 Kecamatan yaitu Kecamatan Taman Rajo dan pada tahun 2009  ada beberapa desa yang dimekarkan diantaranya di Kecamatan Sungai Bahar dibentuk 2 Desa baru yaitu Desa Mekar Sari Makmur dan Desa Bhakti Mulya, di kecamatan Sungai Bahar Utara dibentuk 4 Desa Baru yaitu Desa Talang Datar, Desa Pinang Tinggi, Desa Mulya Jaya dan Desa Sungai Dayo,  Selanjutnya Kecamatan Sungai Bahar Selatan dibentuk 2 Desa Baru yaitu Desa Mekar Jaya dan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Kumpeh dibentuk 2 Desa Baru yaitu Desa Rondang dan Desa Maju Jaya, Kecamatan Mestong dibentuk 2 Desa Baru yaitu Desa Muaro Sebapo dan Desa Tanjung Pauh Talang Pelita. Kemudian di Kecamatan Sungai Gelam dibentuk 3 Desa Baru yaitu Desa Mingkung, Desa Trimulya Jaya dan Desa Mekar Jaya serta Kecamatan Jambi Luar Kota dibentuk 2 Desa Baru yaitu Desa Danau Sarang Elang dan Desa Simpang Lima.

C. DATA KEPENDUDUKAN 

Perkembangan penduduk Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sesuai dengan letak wilayah yang merupakan hinterland dari Kota Jambi. Perkembangan penduduk selain disebabkan oleh pertumbuhan alami juga disebabkan oleh arus migran baik yang berasal dari transmigrasi maupun perpindahan penduduk dari Kota Jambi. Data Kependudukan berdasarkan data yang disajikan oleh BPS Kabupaten Muaro Jambi sampai tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Muaro Jambi berjumlah 341.588 Jiwa.

Pada tahun 2006 jumlah penduduk Kabupaten Muaro Jambi sebesar 295.271 jiwa.
Pada tahun 2009 jumlah penduduknya berjumlah 314.598 jiwa
Pada tahun 2010 berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Muaro Jambi berjumlah 341.588 jiwa.

Laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2006 sebesar -4,16%.
Pada tahun 2007 sebesar 0,91%.
Pada tahun 2008 sebesar 0,98%.
Pada tahun 2009 sebesar 0,95%.
Namun pada tahun 2010 sebagaimana digambarkan pada hasil Survey Penduduk tahun 2010, terjadi lonjakan penduduk yang cukup signifikan sebesar 4,29%.

Kemungkinan-kemungkinan lonjakan laju pertumbuhan Penduduk pada tahun 2010 disebabkan oleh beberapa faktor antara lain membaiknya derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi dan daya tarik pendatang sebagai pencari kerja terhadap industri yang berkembang pesat di Kabupaten Muaro Jambi.

Laju pertumbahan penduduk tertinggi ada pada Kecamatan :
Jambi Luar Kota
Sungai Bahar
Kumpeh Ulu
yang merupakan kecamatan-Kecamatan dekat dengan wilayah Kota Jambi.

Kemungkinan yang lain adalah akumulasi simpangan statistik penduduk yang membuat angka laju pertumbuhan penduduk di tahun 2010 terlihat melonjak tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Laju Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 1,44%. Pertumbuhan penduduk ini dapat dinilai masih dalam tingkat kewajaran.

Kondisi ini tercermin dari semakin meningkatnya kepadatan penduduk Kabupaten Muaro Jambi yaitu dari sekitar 77 jiwa/km2 pada tahun 2006 menjadi sekitar 85 jiwa/km2 pada tahun 2010.
Dalam kurun waktu tersebut, Kecamatan Jambi Luar Kota merupkan kecamatan yang tertinggi kepadatan penduduknya yang mencapai sekitar 162 jiwa/km2 sedangkan Kecamatan Kumpeh merupakan kecamatan yang terendah kepadatan penduduknya yang mencapai sekitar 15 jiwa/km2.

Berdasarkan jenis kelamin pada tahun 2010, penduduk Kabupaten Muaro Jambi berjumlah 295.271 jiwa.

Penduduk Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2006, berjumlah 141.435 jiwa ( 47,90%, )
Penduduk laki-laki sebesar 153.836 jiwa ( 51,20% ) dari total penduduk Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2006.

Begitu juga pada tahun 2010 komposisi jumlah penduduk laki-laki masih lebih besar dibandingkan jumlah penduduk perempuan, dimana pada tahun 2010 jumlah penduduk laki-laki sebesar 176.595 jiwa atau 51,75% dan penduduk perempuan sebanyak 164.629 jiwa atau 48,25%.    

Sumber : BAPPEDA Kabupaten Muaro Jambi



Jumlah penduduk menurut kecamatan dan jenis kelamin Tahun 2012

Tabel Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2012
Kecamatan Laki-Laki (Orang) Perempuan (Orang) Jumlah
Mestong 20.532 19.258 39.790
Sungai Bahar 13.396 11.969 25.365
Bahar Selatan 7.408 6.828 14.236
Bahar Utara 7.822 6.884 14.706
Kumpeh Ulu 25.123 23.691 48.814
Sungai Gelam 20.532 19.258 39.790
Kumpeh 12.498 11.919 24.412
Maro Sebo 9.967 9.592 19.559
Taman Rajo 6.219 5.948 12.167
Jambi Luar Kota 31.609 30.355 61.964
Sekernan 21.774 20.419 42.193
 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Muaro Jambi

Tabel Kepadatan Penduduk dan Sex Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2012

Kecamatan Kepadatan (Jiwa/Km2) Sex Ratio
Mestong 83,82 1,07
Sungai Bahar 158,04 1,12
Bahar Selatan 72,75 1,09
Bahar Utara 87,92 1,14
Kumpeh Ulu 126,25 1,06
Sungai Gelam 92,89 1,10
Kumpeh 14,72 1,05
Maro Sebo 74,80 1,04
Taman Rajo 34,50 1,05
Jambi Luar Kota 221,21 1,04
Sekernan 62,82 1,07
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Muaro Jambi


D. POTENSI DAERAH

Potensi Sumber Daya Alam Daerah Kabupaten Muaro Jambi Bertumpu pada Potensi :
1.Pertanian : Padi, Palawija, Hortikultural
2.Peternakan  
3.Perkebunan
4.Perikanan 
5.Pertambangan

1.Pertanian : Padi, Palawija, Hortikultural
 
Pengembangan tanaman pangan mendapat prioritas utama oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, mengingat sampai saat ini masih kekurangan/ deposit pangan khususnya padi, oleh karena itu dicanangkan program “optimasi lahan” guna mengolah dan memberdayakan lahan hutan menjadi lahan produktif yang banyak terdapat di daerah pedesaan.
Tanaman Padi
Konsentrasi persawahan berada di 3 kecamatan yaitu Kumpeh, Maro sebo dan Jaluko mengingat wilayahnya yang banyak terdapat lahan basah karena berada di daerah aliran Sungai Batang hari, sedangkan wilayah lainnya berupa ladang tadah hujan. Luas panen padi tahun 2008 adalah 7.922 Ha dengan produksi 33.793 ton dan produksi rata-rata 42.66 ton. Berikut gambaran luas lahan sawah:
No
Kecamatan
Luas Panen
Produksi
Rata – Rata Produksi
1
Sekernan
1,558
6,888
44.21
2
Jaluko
1,518
6,486
42.73
3
Maro Sebo
2,051
8,754
42.68
4
Kumpeh
2,180
8,993
41.25
5
Kumpeh Ulu
615
2,672
43.45
6
Sei. Bahar
-
-
-
7
Mestong
-
-
-
8
Sei. Gelam
-
-
-

Jumlah
7,922
33,793
42.6

Palawija
Tanaman palawija banyak dibudidayakan di kecamatan Kumpeh, Kunpeh ulu dan Jambi luar kota, khususnya untuk komoditi jagung sedangkan dikembangkan secara besar-besaran di desa Mekar Sari kecamatan kumpeh mengingat kondisi lahan sesuai untuk budidaya jagung khususnya varitas hibrida.
Disamping jagung tanaman sayuran banyak dikembangkan di kecamatan Sungai Gelam, Jambi luar kota, Kumpeh ulu dan Mestong yang sebagian besar untuk memasok kebutuhan sayur Kota Jambi, umumnya dibudidayakan sebagai usaha sampingan keluarga.

No Palawija Luas Panen Produksi
1 Jagung 3.085 12.685
2 Ubi Kayu 298 45,24
3 Ubi Jalar 294 25,68
4 Kedelai 368 312
5 Kacang Tanah 139 250
6 Kacang Hijau 54 62

Hortikultural
Produksi Buah – Buahan
No
Jenis Buah
Produksi (ton)
1
Alpokat
791
2
Duku
116.123
3
Durian
125.205
4
Jeruk
23.057
5
Nanas
884.268
Beberapa jenis buah-buahan yang dihasilkan termasuk varitas unggul yang memiliki citra rasa khas seperti duku yang terkenal dengan varitas duku kumpeh dengan ciri kulit tipis dan dagang buah tebal sehingga disukai masyarakat, sentra produk duku berada di Kumpeh dan Kumpeh Ulu, selain itu terdapat sentra produksi nanas di desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam dan sekarang sedang dikembangkan budidaya jeruk di Sungai Bahar.
 Sumber : PemKab Muaro Jambi

2. Peternakan

Kabupaten Muaro Jambi termasuk sentra ternak yang cukup potensial, hal ini didukung geografis wilayah yang relatif dekat dengan Kota Jambi sebagai pasar utama ternak, sehingga usaha sektor peternakan dapat berkembang secara pesat dan menjadi sektor ekonomi produktif yang cukup menarik untuk dikembangkan dalam skala ekonomi.

  
Tabel. Populasi Ternak 2008
No
Jenis Ternak
Populasi
1
Kerbau
5.087
2
Sapi
11.229
3
Kambing
15.434
4
Biri-biri
3.855
5
Babi
4.723
6
Ayam Petelur
340.399
7
Ayam Pedaging
2.543.568
8
Ayam Kampung
227.356
9
Itik
24.642

Tabel. Produksi Daging
No
Jenis Ternak
Produksi
1
Kerbau
71.17
2
Sapi
175.629
3
Kambing
8.55
4
Biri-biri
5.14
5
Babi
32.290
 Sentra peternakan di Kabupaten Muaro Jambi, meliputi:
Ternak Unggas, umumnya berada di daerah pinggiran Kota Jambi, yaitu Kecamatan Jaluko, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam. Ternak besar dan kecil merata di kampung semua kecamatan, kecuali kecamatan Sungai Bahar, hal ini didukung ketersediaan pakan yang cukup melimpah seperti rumput gajah dan rumput liar yang tumbuh subur di dataran rendah dan berair. 
 Sumber : PemKab Muaro Jambi

3. Perkebunan

Sektor perkebunan memegang peranan penting di dalam struktur perekonomian Kabupaten Muaro Jambi, karena hampir 65% masyarakat bekerja di sektor perkebunan baik sebagai pemilik maupun pekerja, oleh karena itu pembinaan sektor perkebunan sangat mendapat perhatian pemerintah daerah. Komoditi antara perkebunan didominasi oleh tanaman kelapa sawit dan karet, baik dikelola oleh swasta maupun perkebunan rakyat.
 

Tabel Data Perkebunan
No
Komoditi
Luas
Produksi
1
Karet
60.686
29.672
2
Kelapa
928
619
3
Kelapa Hibrida
118
32
4
Kelapa Sawit
31.233
48.245
5
Kopi
97
32
6
Kakao
244
210
7
Aren
70
25
8
Lada
2
1
9
Kemiri
86
511
10
Pinang
109
15
11
Kapuk
7
317

Tabel. Komoditi Rumah tangga sektor perkebunan.
No
Komoditi
Jumlah
1
Karet
14.856
2
Kelapa
5.185
3
Kelapa Hibrida
209
4
Kelapa Sawit
23.033
5
Kopi
638
6
Kakao
370
7
Aren
422
8
Lada
1
9
Kemiri
117
10
Pinang
1.846
11
Kapuk
110
 Sumber : PemKab Muaro Jambi
4. Peikanan 

Kabupaten Muaro Jambi termasuk sentra produksi perikanan yang cukup potensial, hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah yang dialiri sungai Batang hari yang sangat baik untuk budidaya ikan perairan umum serta geografis wilayah yang mempunyai cukup banyak lahan basah/ rawa. Pengembangan budidaya perikanan utama dibagi atas dua kelompok, yaitu:
  • Perairan umum, dilakukan disepanjang sungai Batang Hari, dengan sistem kerambah jaring apung (KJA) ini terpusat di Kecamatan Jambi Luar Kota, Sekernan, Maro sebo dan Kumpeh Ilir.
  • Bumi daya kolam, dilakukan di daerah dataran rendah/ berawa yang banyak terdapat di kecamatan Sungai Gelam dan Kumpeh Ulu.
Produksi perikanan kabupaten muaro jambi cukup besar mencapai 11.143.98 ton pertahun, terdiri dari perairan umum 859.18 ton dan budidaya 10.283.80 ton. Sebagian besar didominasi ikan jenis Patin Jambal Nila dan Lele yang sebagian besar dijual untuk memenuhi pasar lokal dan Kota Jambi, selanjutnya karena produksi terus meningkatkan dilakukan upaya terobosan dengan menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk pemasaran khususnya pasar ekspor melalui industri pengolahan yang berlokasi di desa Sekernan sehingga harga jual yang cukup ekonomis.
Tabel Produksi Perikanan 2008.
No
Kecamatan
Perairan Umum
Budidaya
1.
Mestong
2.42
854.40
2.
Sei. Bahar
12.94
152.10
3.
Kumpeh Ulu
188.09
2.478.80
4.
Sei. Gelam
18.20
2.138.90
5.
Kumpeh
263.60
446.30
6.
Maro Sebo
136.08
153.20
7.
Jaluko
124.42
3.778.10
8.
Sekernan
113.42
283.00
Total
859.18
10.283.80
Guna menunjang produksi yang terus meningkat, maka dibutuhkan pasokan bibit yang cukup untuk itu dibangun balai benih ikan (BBI) yang terdapat di desa Arang–arang kecamatan Kumpeh Ulu dan Tempino kecamatan Mestong, disamping itu terdapat pula balai penelitian ikan air tawar di Sungai Gelam.

Suaka Perlindungan
Suaka perlindungan sumber daya perikanan guna melindungi ikan varitas lokal dari kepunahan maka ditetapkan kawasan suaka perlindungan sumberdaya perikanan yaitu kawasan Danau Lamo di kecamatan Maro Sebo untuk kawasan konservasi ikan lokal jenis patin, nila, gabus, mujair, lele, gurame.
 Sumber : PemKab Muaro Jambi

5. Pertambangan


Lokasi Penyebaran Bahan Galian/ Tambang Selain Minyak Dan Gas Bumi Dan Tersedianya Di kabupaten Muaro Jambi 2008.

Jenis Bahan Galian/ Tambang & Cadangan

No
Kecamatan
Batu Bara (Ton)
Pasir kuarsa (m3)
Kaolin (m3)
Pasir dan Kerikil
1
Mestong
40.000.000
-
9.000.000
Terdapat di sepanjang Alur Sungai Batang Hari
2
Sungai Bahar
15.000.000
25.342.000
-
3
Kumpeh Ulu
-
-
800.000
4
Sungai Gelam
25.000.000
-
-
5
Kumpeh
-
9.000.000
-
6
Maro Sebo
-
-
-
7
Jambi Luar Kota
1.000.000
-
-
8
Sekernan
-
25.000.000
9.500.000
Jumlah
81.000.000
59.342.000
19.300.000
Tabel. Potensi Sumber Daya Mineral
No
Jenis Mineral
Lokasi
Potensi
1.
Minyak dan Gas Bumi
Tempino (Mestong),  Petaling (Sei. Gelam),  Setiti (Jaluko),  Sengeti (Sekernan),  Mekar Sari (Kumpeh)

2.
 Batu Bara
Nyogan (Mestong),  Tanjung Pasir (Mestong), Kebun XI (Sei. Gelam),
Marga Mulia (Sei. Bahar)
(Rata-Rata Kadar 5000 Kal.)
 3.
 Pasir Kuarsa
Tanjung Lanjut (Sekernan),  Jambi Kecil (Maro Sebo)


 4.
 SIR TU
Daerah Aliran Sei. Batang Hari
(Maro Sebo, Kumpeh, Sekernan, Dan Jaluko)

 5.
 Emas
Daerah Aliran Sei. Batang Hari
(Maro Sebo, Kumpeh, Sekernan Dan Jaluko)

Sumber : PemKab Muaro Jambi

E. Visi - Misi Pemerintah Daerah 


Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus berupaya melakukan percepatan pembangunan diberbagai bidang melalui berbagai rencana dan kebijakan pembangunan yang dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muaro Jambi. APBD Kabupaten Muaro Jambi memuat rencana pembangunan yang akan dilaksanakan dalam upaya pembangunan di Kabupaten Muaro Jambi dalam kurun waktu satu tahun anggaran sekaligus memuat rencana pendanaan pembangunan tersebut. Penyusunan APBD Kabupaten Muaro Jambi sejak Tahun Anggaran 2007 secara teknis  berpedoman pada prinsip-prinsip anggaran sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolan Keuangan Daerah.
Seiring meningkatnya kecerdasan berpolitik masyarakat berpengaruh sekali  terhadap pandangan masyarakat dalam  mengamati dan menilai kinerja pemerintah, sehingga tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas semakin kuat mulai ditingkat pusat maupun daerah. Masyarakat menghendaki adanya pemerintahan bersih dan berwibawa yang mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan proporsional dalam mengemban amanat rakyat membangun masyarakat yang madani. Fenomena ini tentunya juga tidak terlepas dan sangat dirasakan oleh aparat pemerintahan di Kabupaten Muaro Jambi.
Penyampaian informasi perkembangan pembangunan selama kurun waktu 14 tahun pada momen Hari Ulang Tahun Kabupaten yang kita cintai ini merupakan suatu bentuk nyata keseriusan kita dalam mensukseskan pelaksanaan otonomi daerah dan sekaligus merespon sikap kritis masyarakat. Rincian informasi pembangunan Kabupaten Muaro Jambi menjelaskan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Muaro Jambi yang dalam penyelenggaraan pemerintahan didasarkan pada urusan, baik urusan wajib maupun urusan pilihan. 

F. PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN

Dalam bidang pembangunan yang mengedepankan pendekatan partisipatif, Kabupaten Muaro Jambi telah melaksanakan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd), sejak tahun 2008 (, PNPM-MPd) sampai dengan saat ini 2013. Total jumlah alokasi dana Bantuan Langsung Masyarakat sebanyak Rp. 34.605.000.000, terdiri dari bantuan dari APBN Rp. 25.787.500.000 dan Cost Sharing APBD sebesar Rp. 8.817.500.000 

Diantara 11 Kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, ada 6 Kecamatan yang Berpartisipasi dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan diantaranya :
1. Kecamatan Jambi Luar Kota
2. Kecamatan Kumpeh
3. Kecamatan Kumpeh Ulu
4. Kecamatan Mestong
5. Kecamatan Sungai Bahar

 

0 komentar: